Manfaat Jengkol untuk Stroke


Siapa sih yang tidak tahu jengkol? Salah satu bahan makanan yang memiliki aroma khas ini banyak disukai oleh masyarakat Indonesia lho. apalagi jika dimakan bersamaan dengan sambal, hmm rasanya akan terasa lebih nikmat.

Namun, tahukah Anda jika manfaat jengkol untuk stroke sudah beredar di masyarakat. Benarkan demikian? Nah, di bawah ini akan dibahas tentang kebenaran isu ini. Mau tahu seperti apa informasinya, langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Stroke?

Stroke merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh terjadinya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah pada otak. Hal ini menyebabkan terjadinya gangguan suplai darah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke otak. Baca juga: Manfaat Jahe Untuk Stroke

Sehingga mengakibatkan sel-sel saraf yang ada di otak perlahan mati. Efeknya adalah terjadi kerusakan pada beberapa organ dimana beberapa organ tidak bisa digerakkan dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Benarkah Jengkol Bisa Mengatasi Stroke?

Banyak orang yang percaya jika kandungan mineral pada jengkol yang disebut dengan asam jengkolet itu memiliki peranan yang penting dalam mengatasi gangguan emosi. Seperti yang diketahui bahwa stres menjadi pemicu utama seseorang bisa mengalami hipertensi.

Sedangkan hipertensi adalah pemicu utama seseorang bisa terkena stroke. Selain itu, kesehatan juga memperbolehkan seseorang yang mengalami hipertensi diperbolehkan untuk mengonsumsi jengkol. Oleh sebab itu, banyak yang percaya jika jengkol memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Meskipun demikian, bukan berarti jika mengonsumsi jengkol secara berlebihan baik dan bisa mengatasi masalah ini. Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan secara langsung manfaat jengkol untuk stroke.

Ada baiknya, untuk mencegah penyakit stroke, Anda hanya perlu membatasi asupan garam dan lemak setiap hari, menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga serta mengatur pola makan menjadi lebih sehat.

So, jika dilihat dari informasi di atas, kabar akan manfaat jengkol untuk stroke tidak bisa dibenarkan 100% dan tidak ula bisa disalahkan 100%. Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang mendukung asumsi masyarakat tersebut. So, sebelum mencobanya, ada baiknya jika terapkan pola hidup sehat untuk mencegah stroke.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar