Membuat thumbnail dengan php

membuat thumbnail dengan php

Istilah kata thumbnail diartikan sebagai versi kecil dari sebuah gambar yang ditampilkan di komputer. Thumbnail ini digunakan untuk menggantikan gambar yang memiliki ukuran besar sehingga dapat ditampilkan lebih kecil dan cepat ke layar.

Untuk membuat thumbnail ini saya menggunakan sebuah class yang isinya berupa function serta rutin-rutin yang melakukan duplikat gambar dengan ukuran tertentu dari sebuah alamat gambar. Lihat kode class berikut :

class thumbnailGenerator {

    var $allowableTypes = array(
  IMAGETYPE_GIF,
  IMAGETYPE_JPEG,
  IMAGETYPE_PNG
    );

    public function imageCreateFromFile($filename, $imageType) {

  switch($imageType) {
  case IMAGETYPE_GIF  : return imagecreatefromgif($filename);
  case IMAGETYPE_JPEG : return imagecreatefromjpeg($filename);
  case IMAGETYPE_PNG  : return imagecreatefrompng($filename);
  default   : return false;
  }

    }

    /**
     * Generates a thumbnail image using the file at $sourceFilename and either writing it
     * out to a new file or directly to the browser.
     *
     * @param string $sourceFilename Filename for the image to have thumbnail made from
     * @param integer $maxWidth The maxium width for the resulting thumbnail
     * @param integer $maxHeight The maxium height for the resulting thumbnail
     * @param string $targetFormatOrFilename Either a filename extension (gif|jpg|png) or the
     *   filename the resulting file should be written to. This is optional and if not specified
     *   will send a jpg to the browser.
     * @return boolean true if the image could be created, false if not
     */
    public function generate($sourceFilename, $maxWidth, $maxHeight, $targetFormatOrFilename = 'jpg') {

  $size = getimagesize($sourceFilename); // 0 = width, 1 = height, 2 = type

  // check to make sure source image is in allowable format
  if(!in_array($size[2], $this->allowableTypes)) {
  return false;
  }

  // work out the extension, what target filename should be and output function to call
  $pathinfo = pathinfo($targetFormatOrFilename);
  if($pathinfo['basename'] == $pathinfo['filename']) {
  $extension = strtolower($targetFormatOrFilename);
  // set target to null so writes out to browser
  $targetFormatOrFilename = null;
  }
  else {
  $extension = strtolower($pathinfo['extension']);
  }

  switch($extension) {
  case 'gif' : $function = 'imagegif'; break;
  case 'png' : $function = 'imagepng'; break;
  default    : $function = 'imagejpeg'; break;
  }

  // load the image and return false if didn't work
  $source = $this->imageCreateFromFile($sourceFilename, $size[2]);
  if(!$source) {
  return false;
  }

  // write out the appropriate HTTP headers if going to browser
  if($targetFormatOrFilename == null) {
  if($extension == 'jpg') {
                header("Content-Type: image/jpeg");
            }
            else {
                header("Content-Type: image/$extension");
            }
        }

        // if the source fits within the maximum then no need to resize
        if($size[0] <= $maxWidth && $size[1] <= $maxHeight) {
            $function($source, $targetFormatOrFilename);
        }
        else {

            $ratioWidth = $maxWidth / $size[0];
            $ratioHeight = $maxHeight / $size[1];

            // use smallest ratio
            if($ratioWidth < $ratioHeight) {
                $newWidth = $maxWidth;
                $newHeight = round($size[1] * $ratioWidth);
            }
            else {
                $newWidth = round($size[0] * $ratioHeight);
                $newHeight = $maxHeight;
            }

            $target = imagecreatetruecolor($newWidth, $newHeight);
            imagecopyresampled($target, $source, 0, 0, 0, 0, $newWidth, $newHeight, $size[0], $size[1]);
            $function($target, $targetFormatOrFilename);
        }
        return true;
    }
}

Class diatas mempu menduplikat gambar dengan jenis png, jpg atau gif dengan hasil output standard dalam format jpg.

Cara penggunaan class

 Berikut ini contoh penggunaan untuk output standard dengan ukuran 100 x 100 pixel:

<?php
  include("thumbnailGenerator.php");
  $tg = new thumbnailGenerator;
  $gambar="photoku.jpg";
  $tg->generate($photoku, 100, 100);
?>

Kita juga bisa membuat hasil output dengan format berbeda seperti png/gif dengan cara :

<?php
  include("thumbnailGenerator.php");
  $tg = new thumbnailGenerator;
  $gambar="photoku.jpg";
  $tg->generate($photoku, 100, 100,'png');
?>

Contoh diatas melakukannya secara langsung tanpa menyimpan file versi kecilnya dalam file, jadi hanya menampilkkanya di browser. Untuk melakukan duplikat gambar dalam versi kecilnya dan disimpan dalam file berbeda bisa dilakukan dengan cara berikut :

<?php
  include("thumbnailGenerator.php");
  $tg = new thumbnailGenerator;
  $gambar="photoku.jpg";
  $tg->generate($photoku, 100, 100,'photoku-kecil.jpg');
?>

Dengan penggunaan thumbnail, proses menampilkan gambar dengan ukuran-ukuran yang besar bisa dikurangi karena yang dikirim ke browser hanya versi kecilnya saja sehingga proses tampilnya gambar akan lebih cepat.

Anda bisa bayangkan jika kita memiliki photo-photo dengan ukuran 1000 pixel lebih harus ditampilkan dalam browser pasti akan memerlukan waktu lama karena harus didowload lebih dahulu. Anda bisa padukan cara thumbnail ini dengan aplikasi-aplikasi php yang anda buat seperti aplikasi karyawan dengan photo, proses upload gambar, atau aplikasi mahasiswa dengan php seperti tutorial saya sebelumnya.

Mungkin anda tertarik dengan tulisan saya berikut : Menampilkan gambar dari database, cara memasukkan gambar dalam web, membuat aplikasi data mahasiswa dengan php.

Download contoh lengkap pembuatan thumbnail dengan php

Semoga bermanfaat

Zainal Hakim

** Bebas disunting dengan menyebutkan sumber **

Artikel Lainnya

  • Fungsi break dan continue dalam php
    Fungsi break dalam php digunakan untuk menghentikan proses yang dilakukan oleh perintah php : for, foreach, while, do-while atau switch. Sedangkan continue digunakan untuk melanjutkan proses pada perintah perulangan for dengan php. Kedua fungsi ini (break dan continue) memang tidak selalu digunakan, karena setiap kasus mungkin saja berbeda keperluan. Pada kasus seperti apa anda memerlukan fungsi break dan continue?
  • Menampilkan sumber kunjungan halaman dengan php
    Setiap kita membuka halaman web dengan bantuan browser, jejak sumber kunjungan tersebut direkam oleh browser dan terkirim kedalam server yang diakses. Rekam jejak tersebut akan terus dibawa ke setiap halaman yang kita buka sampai kita menutup aplikasi browser tersebut. Berikut ini cara menampilkan sumber kunjungan halaman dengan php
  • Mengurutkan data mysql dalam laporan php
    Data biasanya diinput dengan cara tak beraturan, bisa saja nama yang awalan Z lebih dulu dimasukkan, atau nomor urut yang lebih besar lebih duluan tergantung data mana yang lebih awal disiapkan. Dan jika dibuatkan laporannya dengan cara biasa saja, tentunya akan muncul sesuai dengan urutan memasukkan datanya ke dalam database. Bagaimana cara mengurutkan data tersebut dalam laporan php?
  • Perintah include dan require dalam php
    Perintah require() dan include() dalam php digunakan untuk menyisipkan isi file tertentu menjadi bagian file yang memanggilnya. Keduanya sangat identik dalam banyak hal, kecuali cara penanganan kegagalan. include() menghasilkan suatu peringatan, sedangkan require() menghasilkan pesan kesalahan Fatal Error.
  • Membuat form kontak dengan html dan php
    Form kontak adalah salah satu bagian penting yang harus ada dalam sebuah website. Anda bisa lihat website-website yang pernah anda kunjungi, semuanya pasti menyediakan form kontak ini.

Kiriman terbaru